Skip to main content

Pertemuan (Part 1)



Kuharap pertemuan ini tidak untuk pertemuanku yang pertama dan terakhir.

Setelah pertemuan kemarin aku berfikir akankah aku bertemu kembali? Aku berharap Allah mempertemukan kita dipelaminan hehehe Aamiin....

Jadi gini, Ahmad dan Karno adalah teman satu kantor, kampus dan dulu sempet satu sekolahan saat SMK. Mereka berdua sudah cukup laama berteman. Ahmad orangnya baik tapi pendiam dan agak dingin kalo menurut orang yang belum kenal ya kalo yang udah kenal ya tau sendiri sifat aslinya kocak bener hehe. Kalo untuk karno sendiri orangnya baik, sopan, tapi cuma kata emaknya doang hehe

Ahmad lu mau kemana,’ oh kenapa No gue mau ke masjid,’ oke gue ikut.. Karno dan ahmad bersama sama ke masjid. Subahanallah ahmad lu liat kan.’(ujar karno).
Ahmad :” Mana si?”
Karno :”Itu ukhty pake kerudung biru”
Ahmad :”Astaghfirullah, udah ayo ambil wudhlu”
Selepas mereka selesai sholat karno cerita sama ahmad (Teras Masjid)
Karno :”Eh mad, gue kemarin nggak sengaja papasan sama ukhty ukhty yang tadi gue liatin”
Ahmad :”Terus emang kenapa?”
Karno :”Ya bukan apa-apa sih cuma pengen halalin langsung” (nyengirr dikit)
Ahmad :”Yauda tinggal tegur terus tanya alamat rumahnya datengin deh rumahnya”
Karno :”Tapi, gue belum sepenuhnya siap sih hehehe”
Ahmad :”hmmm udah yuk ah balik”

Perjalanan pulang dari masjid ke kantor mereka tiba–tiba karno berfikir iya ya kenapa gue nggak ngelakuin omongannya si ahmad ya, ah besok gue coba dulu deh kan perkenalan nggak ada salahnya.


 >>to be continued<<

Comments

Popular posts from this blog

Pertemuan Jilid 2

Bukan Akhir dari Pertemuan Selang beberapa hari karno mencoba ingin menemui sang cewek yang karno sukai diarea masjid yang biasa karno sama ahmad melakukan sholat. “emmm dimana ya, astaghfirullah ya Allah hamba berjalan ke Masjid berniat untuk beribadah, semoga pertemukanlah hamba kepada orang yang hamba ingin jumpai (Aamiin). Tapi takdir berkata lain, mungkin Allah belum mempertemukan mereka kembali. Sudah seminggu karno beribadah di masjid biasa akan tetapi tidak pernah menjumpainya. “kenapa si No kok lu clingak cllinguk ”, “Itu mad gue nyari itu pengen kenalan keinget omongan lu kemarin”. “Oh.. gitu yauda syukurlah”. “tapi gue nggak pernah liat mad akhir – akhir ini kenapa ya?”, “Ya mungkin lagi ada tamu bulanan jadi nggak ke masjid”,” oh iya ya, ayo balik mad kita kan mau ke kampus”. Sepulang dari kampus karno pun berniat untuk mampir ke Perpustakaan Nasional, “Eh mad lu pulang duluan deh gue mau ke perpus bentar mau baca – baca”, “Yoi..” (Perjalanan M

One day in Yogyakarta

Siapa yang tidak tau kota Yogyakarta atau sering di sebut-sebut Jogja istimewa terkenal dengan khas makanannya yaitu gudeg. Dari kalian pasti sudah pernah berlibur ke kota Yogyakarta untuk melihat ke istimewaan serta keindahan kota tersebut. Pada artikel kali ini aku akan bercerita tentang pengalamanku satu hari di Jogja istimewa. Pasti terdengar konyol kenapa cuma satu hari di Jogja, kenapa nggak satu minggu atau satu bulan untuk menikmati liburan. Ya, aku pun sepemikiran tapi dalam satu hari itu membuat pengalaman yang tidak pernah terlupakan. Bagaimana bisa? 3 tahun yang lalu aku bersama 3 teman ku yaitu Jeje, Pipil, dan Kholil berencana berlibur ke Jogja selama 3 hari dengan mengendarai sepeda motor. Awalnya kedua orang tuaku melarang untuk bepergian ke Jogja karena kami berempat menggunakan transportasi yang tidak masuk akal yaitu sepeda motor. Sedangkan kami berempat masih berstatus siswa smk dan belum menerima surat kelulusan. Wajar saja kalau orang tua mengkhawat

Iman yang Tak Sama

Mencintai adalah landasan dalam sebuah hubungan sepasang kekasih. Tetapi iman yang tak sama membuat hati ini ragu akankah kisah kita berjalan sesuai rencana? Mungkin saling mencintai saja tidak cukup untuk membuat kita saling memiki. Pernikahan hanyalah angan-angan yang tidak akan tersampaikan. Kisah cintaku ingin berakhir bahagia bak cerita novel tapi mungkin iman yang memisahkan. Hai, aku Rachma umurku 21 tahun aku bertemu dengan seseorang yang sangat bisa mengenal diriku. Ringgo, iya dia bernama Ringgo, lelaki baik berparas tampan dan berbadan lebih tinggi dariku. Awal mula pertemuan aku dengan Ringgo pada saat kita sama-sama bekerja disalah satu perusahaan  yang ada di pusat kota.  Ringgo : “Hay, aku Ringgo” Sapaan dengan senyum hangat yang kulihat darinya yang menatap kepadaku. “Hay, Rachma” Balasku sambil melempar senyum manisku kepadanya. Pertemuan singkat yang membuatku salah tingkah dan tidur malamku terjaga. “ya Allah, pertemukan k