Skip to main content

Pertemuan Jilid 2





Bukan Akhir dari Pertemuan


Selang beberapa hari karno mencoba ingin menemui sang cewek yang karno sukai diarea masjid yang biasa karno sama ahmad melakukan sholat. “emmm dimana ya, astaghfirullah ya Allah hamba berjalan ke Masjid berniat untuk beribadah, semoga pertemukanlah hamba kepada orang yang hamba ingin jumpai (Aamiin).


Tapi takdir berkata lain, mungkin Allah belum mempertemukan mereka kembali. Sudah seminggu karno beribadah di masjid biasa akan tetapi tidak pernah menjumpainya. “kenapa si No kok lu clingak cllinguk ”, “Itu mad gue nyari itu pengen kenalan keinget omongan lu kemarin”. “Oh.. gitu yauda syukurlah”. “tapi gue nggak pernah liat mad akhir – akhir ini kenapa ya?”, “Ya mungkin lagi ada tamu bulanan jadi nggak ke masjid”,” oh iya ya, ayo balik mad kita kan mau ke kampus”.

Sepulang dari kampus karno pun berniat untuk mampir ke Perpustakaan Nasional, “Eh mad lu pulang duluan deh gue mau ke perpus bentar mau baca – baca”, “Yoi..”

(Perjalanan Menuju Perpustakaan)

Sampailah karno ke tempat yang ia tuju, “Hmm apa ya yang mau gue baca eh coba deh buku Ta’ruf”, gini nih kalo seseorang yang masih dimabuk asmara. Karno belum pernah berpacaran dari sejak dia duduk dibangku sekolah sampai bangku kuliah, behhh bangkuna naik dong. “Permisi Mba, kalo buku tentang islami disebelah mana ya?.” Oh mas.nya dari sini lurus aja ya nanti ada blok islami.”, “Ok makasih mba”.

Setelah berjalan ke arah blok yang sudah di arahan ditengah perjalanan Karno melihat wanita yang karno sukai berada di perpustakaan yang sama,”Wahh itu wanita yang aku cari selama ini, gimana carannya ya biar bisa terjalin komunikasi.”, (Diperjalanan ia sambil berfikir).
Karno :“Maaf mba mau tanyak blok buku tentang islami disebelah mana ya?.
Ukhty : ”Oh mas.nya tinggal lurus dari sini”.
Karno : ”oh oke makasih mba, eh btw kita pernah ketemu ya?”.
Ukhty : “Maaf dimana ya?”.
Karno : ”Iya di masjid Al – Hidayah maaf tapi hanya aku yang melihatmu kita belum sempet berkenalan, nama kamu siapa?”.
Ukhty :”Oh jadi gitu, Alisa”.
Karno :”Salam kenal Alisa, Semoga Allah mempertemukan kita di lain waktu, saya duluan ya makasih sebelumnya. Assalamualaikum”.
Alisa :”Iya, sama – sama Waalaikumsalam”.

Karno pun berhasil mengetahui nama wanita yang selama ini ia cari.”Alhamdulillah akhirnya Engkau mempertemukan ku kembali dengannya.” Saat perkenalan karno tidak berani meminta nomor ponselnya dikarenkan belum ada kematangan untuk mendatangi rumah orang tuanya.

Keeseokan harinya karno mencoba mendatangi rumah orang tua alisa, dan tiba-tiba tak disangka rumah alisa ramai tidak tau apa yang terjadi di dalam sana.



>>(Jangan lewatkan part selanjutnya)<<


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

One day in Yogyakarta

Siapa yang tidak tau kota Yogyakarta atau sering di sebut-sebut Jogja istimewa terkenal dengan khas makanannya yaitu gudeg. Dari kalian pasti sudah pernah berlibur ke kota Yogyakarta untuk melihat ke istimewaan serta keindahan kota tersebut. Pada artikel kali ini aku akan bercerita tentang pengalamanku satu hari di Jogja istimewa. Pasti terdengar konyol kenapa cuma satu hari di Jogja, kenapa nggak satu minggu atau satu bulan untuk menikmati liburan. Ya, aku pun sepemikiran tapi dalam satu hari itu membuat pengalaman yang tidak pernah terlupakan. Bagaimana bisa? 3 tahun yang lalu aku bersama 3 teman ku yaitu Jeje, Pipil, dan Kholil berencana berlibur ke Jogja selama 3 hari dengan mengendarai sepeda motor. Awalnya kedua orang tuaku melarang untuk bepergian ke Jogja karena kami berempat menggunakan transportasi yang tidak masuk akal yaitu sepeda motor. Sedangkan kami berempat masih berstatus siswa smk dan belum menerima surat kelulusan. Wajar saja kalau orang tua mengkhawat

Iman yang Tak Sama

Mencintai adalah landasan dalam sebuah hubungan sepasang kekasih. Tetapi iman yang tak sama membuat hati ini ragu akankah kisah kita berjalan sesuai rencana? Mungkin saling mencintai saja tidak cukup untuk membuat kita saling memiki. Pernikahan hanyalah angan-angan yang tidak akan tersampaikan. Kisah cintaku ingin berakhir bahagia bak cerita novel tapi mungkin iman yang memisahkan. Hai, aku Rachma umurku 21 tahun aku bertemu dengan seseorang yang sangat bisa mengenal diriku. Ringgo, iya dia bernama Ringgo, lelaki baik berparas tampan dan berbadan lebih tinggi dariku. Awal mula pertemuan aku dengan Ringgo pada saat kita sama-sama bekerja disalah satu perusahaan  yang ada di pusat kota.  Ringgo : “Hay, aku Ringgo” Sapaan dengan senyum hangat yang kulihat darinya yang menatap kepadaku. “Hay, Rachma” Balasku sambil melempar senyum manisku kepadanya. Pertemuan singkat yang membuatku salah tingkah dan tidur malamku terjaga. “ya Allah, pertemukan k