Skip to main content

Pertemuan Jilid 3




Dilema Cinta

Sebelum Karno bersilaturahmi ke rumah orang tua Alisa, karno bercerita kepada temannya Ahmad,”Mad gue kamarin ketemu doi”, “doi yang mana nih?”,” itu yang gue pernah cerita ke elo”,”Oh terus gimana udah dapet nomor ponselnya atau udah jadian?”,"enak aja belum semuanya".

Setelah 1 minggu berlalu Karno berniat mampir ke rumah Alis untuk bersilaturahmi. Tiba-tiba Karno melihat keramaian di rumah Alisa. apa yang terjadi di rumah alisa?

"permisi bu, mau tanya itu rumah alisa ramai orang berdatangan ada apa?".

"mas ini dari mana? Bapak Alisa meninggal dunia."

"Inalillahi wainailahi rojiun, kalau boleh tau sakit apa bu?".

"saya kurang paham persisnya mas, saya permisi dulu ya mas".

"silahkan bu, terima kasih".

Tidak disangka dan diduga Bapak Alisa pergi lebih dulu sebelum Karno berkenalan lebih jauh  dengan Alisa.

 Masih dalam keadaan duka Karno tidak memberanikan diri bersilaturahmi ke rumah Alisa. Karno mencoba menghubungi salah satu temannya buat menjemput Karno dari rumah Alisa "Hallo Hari, lo di mana?". "gue di kampus kenapa No". oh ya sudah nggak jadi Har makasih". Karno berusaha menghubungi rekan yang lainnya. 

Sembari menunggu karno ragu-ragu antara mau balik ke kampus atau bertaqziah ke rumah Alisa.

Akan tetapi Karno merasa tidak enak hati dengan kondisi duka Karno berkunjung ke rumah Alisa.

Akhirnya karno pun memutuskan kembali ke kampus dengan memesan ojek online.

>>to be continued<<

Comments

Popular posts from this blog

Pertemuan Jilid 2

Bukan Akhir dari Pertemuan Selang beberapa hari karno mencoba ingin menemui sang cewek yang karno sukai diarea masjid yang biasa karno sama ahmad melakukan sholat. “emmm dimana ya, astaghfirullah ya Allah hamba berjalan ke Masjid berniat untuk beribadah, semoga pertemukanlah hamba kepada orang yang hamba ingin jumpai (Aamiin). Tapi takdir berkata lain, mungkin Allah belum mempertemukan mereka kembali. Sudah seminggu karno beribadah di masjid biasa akan tetapi tidak pernah menjumpainya. “kenapa si No kok lu clingak cllinguk ”, “Itu mad gue nyari itu pengen kenalan keinget omongan lu kemarin”. “Oh.. gitu yauda syukurlah”. “tapi gue nggak pernah liat mad akhir – akhir ini kenapa ya?”, “Ya mungkin lagi ada tamu bulanan jadi nggak ke masjid”,” oh iya ya, ayo balik mad kita kan mau ke kampus”. Sepulang dari kampus karno pun berniat untuk mampir ke Perpustakaan Nasional, “Eh mad lu pulang duluan deh gue mau ke perpus bentar mau baca – baca”, “Yoi..” (Perjalanan M

One day in Yogyakarta

Siapa yang tidak tau kota Yogyakarta atau sering di sebut-sebut Jogja istimewa terkenal dengan khas makanannya yaitu gudeg. Dari kalian pasti sudah pernah berlibur ke kota Yogyakarta untuk melihat ke istimewaan serta keindahan kota tersebut. Pada artikel kali ini aku akan bercerita tentang pengalamanku satu hari di Jogja istimewa. Pasti terdengar konyol kenapa cuma satu hari di Jogja, kenapa nggak satu minggu atau satu bulan untuk menikmati liburan. Ya, aku pun sepemikiran tapi dalam satu hari itu membuat pengalaman yang tidak pernah terlupakan. Bagaimana bisa? 3 tahun yang lalu aku bersama 3 teman ku yaitu Jeje, Pipil, dan Kholil berencana berlibur ke Jogja selama 3 hari dengan mengendarai sepeda motor. Awalnya kedua orang tuaku melarang untuk bepergian ke Jogja karena kami berempat menggunakan transportasi yang tidak masuk akal yaitu sepeda motor. Sedangkan kami berempat masih berstatus siswa smk dan belum menerima surat kelulusan. Wajar saja kalau orang tua mengkhawat

Iman yang Tak Sama

Mencintai adalah landasan dalam sebuah hubungan sepasang kekasih. Tetapi iman yang tak sama membuat hati ini ragu akankah kisah kita berjalan sesuai rencana? Mungkin saling mencintai saja tidak cukup untuk membuat kita saling memiki. Pernikahan hanyalah angan-angan yang tidak akan tersampaikan. Kisah cintaku ingin berakhir bahagia bak cerita novel tapi mungkin iman yang memisahkan. Hai, aku Rachma umurku 21 tahun aku bertemu dengan seseorang yang sangat bisa mengenal diriku. Ringgo, iya dia bernama Ringgo, lelaki baik berparas tampan dan berbadan lebih tinggi dariku. Awal mula pertemuan aku dengan Ringgo pada saat kita sama-sama bekerja disalah satu perusahaan  yang ada di pusat kota.  Ringgo : “Hay, aku Ringgo” Sapaan dengan senyum hangat yang kulihat darinya yang menatap kepadaku. “Hay, Rachma” Balasku sambil melempar senyum manisku kepadanya. Pertemuan singkat yang membuatku salah tingkah dan tidur malamku terjaga. “ya Allah, pertemukan k