SECRETS Jilid 2




Tidak ada balasan pesan dari Nindita untuk Mike, entah apa yang sedang terjadi sebenarnya. Mike pun merasa khawatir dengan keadan Nindita.

Setelah beberapa jam kemudian Nindita membalas pesan Mike.

“Mike cepat keluar dari kantor dan turun ke lantai dasar” Balasan pesan dari Nindita

“kenapa gue harus turun ke lantai dasar, ada apa sebenarnya yang terjadi?

“sudah turun saja, itu sudah gue orderin minuman yang sangat lezat yang sedang gue minum”

Nindita mengirimkan segelas minuman coklat untuk Mike karena Nindita tak ingin ia menikmati sendirian.

“aish, ada-ada saja” ujar Mike sambil mengirimkan stiker tersenyum

Mike mengirimkan pesan gambar yang di sertakan tulisan ke Nindita

“Terima kasih banyak atas kiriman minuman yang sangat lezat ini”

“selamat menikmati” seperti itu Nindita membalas pesan Mike

Berawal dari segelas ice coklat awa dari kedekatan mereka berdua. Setiap saat Nindita dan Mike saling mengirimkan pesan.

Bagi Nindita itu hal yang sangat biasa dilakukan seorang teman. Nindita tidak menganggap hubungan dengan Mike itu spesial atau bisa di bilang tidak lebih dari teman.

Begitu juga sebaliknya Mike juga menganggap Nindita hanya sebagai teman.

Kedekatan mereka sudah berjalan kurang lebih sudah 5 bulan sejak saat itu, tapi Nindita merasa akhir-akhir ini Mike menjauh  darinya.

Leni teman satu devisi dengan Nindita mengenatuhi hubungan Nindita dan Mike yang bisa di bilang dekat.

Satu minggu yang lalu Leni sedang bersama Nindita dan ia tidak sengaja membuka pesan dari Mike di ponsel Nindita.

Leni pun menceritakan ke pada salah satu temannya bernama Ana yang juga satu devisi dengan Leni dan Nindita.

“eh, asal lu tau ya” Leni memulai perbincangannya

“Kenapa?” rasa penasaran Ana

“itu si Mike sama Nindita kelihatannya mereka berdua ada sesuatu deh”

Makin panas nih perbincangan antara Leni dan Ana

“Masak? Emang tau dari mana lu” Ana makin penasaran

“gue nggak sengaja kemarin waktu pinjem ponsel Nindita”

“terus, terus apa yang lu liat”

“nggak sengaja gue buka pesan dari Mike yang isinya….”

“isinya apaan? Ih lu mah bikin orang penasaran”

“Nindita mengirimkan gambar makanan ke Mike dan beserta tulisan Selamat Makan”

“yailah gitu doang”

“tapi menurut gue pasti mereka berdua dekat”

“iya mungkin kita coba tanya aja ke Nindita atau Mike” Ujar Ana

Satu minggu sebelumnya Mike berjalan melewati  ruangan marketing Leni dan Ana pun melakukan aksinya

“Mike, ciye mau cari Nindita ya..” tegur Leni

“iya pastilah siapa lagi kalau bukan Nindita yang di cari” ujar tambahan Ana

Mike tidak menanggapi perkataan mereka berdua dan lanjut berjalan masuk ke ruangannya.

“Selamat Makan, ehemm mungkin tidak mengingatnya” Ujar Leni ;meneruskannya

Tidak di sangka ada Nindita yang sedang berdiri tepat di belakang Leni. Nindita pun kaget kenapa Leni bisa melontarkan kata-kata seperti itu ke Mike.

“hei Leni, apa yang sedang lu lakukan”

“apa maksut dari kata-kata itu”

Leni tidak bisa menjawab pertanyaan dari Nindita.

“eh Nindita, sudah lama berdiri di sini?” jawab Leni sambil melemparkan senyum malu atas perbuatannya ke Nindita

“tidak, baru saja”

“baguslah”

“tunggu gue tanya kok bisa lu bilang seperti itu ke Mike, ada sesuatu yang lu tau?”

Leni dan Ana pun terdiam sejenak dan sambil kembali duduk di kursinya.

“emm, sori ya Nin kemarin gue nggak sengaja baca pesan lu sama Mike hehe” ucap Leni

Nindita terdiam kurang lebih 10 menit ia tidak menanggapi perkataan Leni

Nin, are you okay?” tanya Ana

Nindita berfikir jadi selama ini Mike terus menghindar dari dirinya cuma gara-gara maslaah ini. Sejak saat itu hubungan mereka tidak lagi seperti pertama kali mereka berteman.

Hal itu sudah di khawatirkan oleh Nindita sebelum ia menerima pertemanan dengannya.

Sulit memang berteman dengan lawan jenis apalagi mereka menghabiskan waktu bersama dengan waktu yang cukup lama.

Bagi Nindita dan Mike perteman adalah perteman, tapi setelah Mike menjauh darinya ia baru merasakan sesuatu hal telah hilang dari dirinya.

Mungkin ada banyak rahasia yang tidak di ketahui oleh Mike tentang Nindita.

Rahasia besar Nindita yang terpendam.

Nindita merasakan susuatu yang berbeda sejak  Mike menghindar darinya sejak saat itu Nindita menyadari bahwa ia menyukai Mike.

Akan tetapi Nindita tetap menyimpan perasaan itu,  nasi sudah menjadi bubur semua sudah berlalu.

Nindita berusaha biasa saja saat melihat Mike, walaupun Nindita merasa Mike semakin hari semakin menghindar saat bertemu Nindita.

Nindita tidak memahami betul apa alasan Mike menghindar darinya.

Mungkin hanya kenangan indah yang tersisa saat pertemanannya dengan Mike.

Comments

Popular posts from this blog

Pertemuan Jilid 2

One day in Yogyakarta

Tips Solo Traveling