SECRETS




Nindita Putri Kusuma lahir di Jakarta, 27 Mei 1999 anak ke 2 dari 3 bersaudara. Ayahku bernama Kusuma Nagara seorang pengusaha kain dan ibuku bernama Tiara yang bertugas sebagai ibu rumah tangga.

Kakak pertama bernama Nando Putra Kusuma ia bekerja di bidang pelayaran dan si bungsu bernama Nesya Putri Kusuma yang saat ini ia sedang duduk di bangku sekolah dasar kelas 6.

Kami bertiga memiliki masing-masing sifat dan kepribadian yang berbeda. Nando memiliki sifat yang keras kepala dan angkuh, Nesya penurut dan penyayang sedangkan Nindita angkuh tapi memiliki rasa peduli terhadap sesama.

PT Santosa Jaya di mana tempat Nindita bekerja sebagai seorang marketing sudah 2 tahun ia bekerja di perusahaan tersebut.

1 tahun yang lalu perusahaan tersebut membuka lowongan pekerjaan dengan posisi development yang membutuhkan sekitar 2-3 orang untuk posisi itu.

Semua orang berbondong-bondong mendaftarkan diri ke PT Santosa Jaya karena perusahaan tersebut memberi gaji dan tunjangan yang sangat menggiurkan.

Perusahaan bergerak di bidang konsultan yang sudah besar namanya sejak masa itu. Satu minggu berlalu proses seleksi pun selesai di lakukan akhirnya Mike dan Joy yang bergabung di PT Santosa Jaya.

Mike dan Joy kompeten dalam mengerjakan pekerjaanya hingga bertahan sampai saat ini.

Jam istirahat makan siang pun tiba waktunya  melakukan rutinitas makan siang seperti biasanya.

Berjalan sendiri ke kantin dan menikmatinya dengan sendiri tanpa seorang teman itu yang Nindita lakukan.

“Hay, bolehkan aku bergabung denganmu?”  tanya Mike untuk bergabung makan siang dengan Nindita

Nindita pun tidak merespon sapaan Mike karena Nindita tidak mendengarkan apa yang Mike
katakan. Nindita selalu memakai headset saat makan siang.

Tok…Tok…. Mike pun mengetuk meja makan Nindita.

“Iya, ada yang bisa saya bantu?” tanya Nindita

“Bolehkah saya bergabung makan bersama di sini?”

“Oh iya silahkan”

Setelah makan siang Nindita langsung meninggalkan Mike tanpa sepatah kata yang di ucapkan, yang membuat Mike semakin penasaran akan Nindita.

Ke esokan harinya Mike pun mencoba mendatangi meja kerja Nindita untuk berkenalan dan berteman.

“Mau kemana Mike?” ucap Kevin salah satu temannya

“Toilet sebentar” Jawab Mike dengan nada tergesa-gesa

Ruang Marketing

“Dimana dia berada”

“Gue harus bisa menemukannya”

“Oh itu dia”

Akhirnya Mike pun menemukan Nindita.

“Hay, gue Mike dari devisi development” sambil mengulurkan tangannya ke Nindita

“emm, ya gue tau siapa terus apa yang membuatmu datang ke sini?” tanya Nindita

“Entahlah, hanya ingin berteman denganmu saja” Mike sambil melempar senyumnya

“Sudah, hanya itu saja sori hari ini gue sangat sibuk”

“Baiklah, terima kasih atas waktunya”  Mike pergi meninggalkan meja Nindita

Nindita pergi ke kantin untuk makan siang kali ini Nindita tidak sendirian lagi karena Mike selalu berada di meja makan yang sama dengan Nindita.

“Nindita, benarkah nama kamu Nindita?”

“emm” Jawab Nindita sambil menanggukan kepalanya

“nanti sore pulang naik apa? Maukah pulang bersamaku?” ajakan Mike

“tidak usah gue pulang naik transportasi umum saja”

“oh, bolehkah gue ikut bersamamu menggunakan transportasi umum? Kebetulan gue juga mengguankan transportasi umum untuk ke kantor”

“oke tidak masalah”

Nindita pun menyetujui akhirnya setelah jam kerja selesai mereka berdua pulang bersamaan.

“bolehkah gue pinjam sebentar ponsel lu Nin?”

“untuk apa?”

“sebentar saja”

“ini, jangan lu buka selain pesan dan kontak ponsel” Nindita memberikan ponselnya

Lalu Mike menyimpan nomor ponselnya pada ponsel Nindita

“itu nomor gue kalau lu butuh sesuatu silahkan hubungin gue “

“aish omong kosong”

Mike memiliki sifat yang angkuh tetapi ia memiliki kepribadian yang baik walaupun orang disekitar mengatakan Mike adalah orang yang angkuh dan sombong.

Mike tidak pernah tersenyum dan enggan berbicara banyak kepada rekan kerjanya. Mungkin alasan Mike berteman dengan Nindita karena menurut Mike melihat Nindita seperti melihat dirinya.

Sejak kejadian itu Mike dan Nindita pun berteman dekat.

Suatu ketika Nindita mengirim pesan ke Mike.

“lihat ini gue sedang meminum minuman yang sangat lezat”

“apa itu? Coba kirim gambarnya”

“sekarang lagi di mana Mike?” tanya Nindita

“bekerja”

“ini sudah malam kenapa masih saja bekerja? Sekarang masih di kantor?”

“iya, mana minuman yang sangat lezat”

“sebentar, gue kirim segera”

“oke gue tunggu, sedang apa lu?” tanya Mike

Cekrek…. Bunyi ponsel Nindita saat mengambil gambar

Nindita mengirmkan gambar tersebut ke Mike

“yuhu enak sekali” pesan dari Nindita sambil melampirkan sebuah gambar

“wah memang terlihat menyegarkan”

“Hallo nin”

“sudah tidur kah”

"apa yang sedang terjadi Nin?"

...................................................................................................................................................................

to be continued

Comments