Skip to main content

Im Fine Jilid 2


Semalam tidur Rina tak terjaga karena terus memikirkan Reyhan.

Ke esokan harinya Rina bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah.

“Rina, sarapan dulu” ajakan Sumarni ibu Rina

“Rina berangkat dulu ya bu” Rina melawatkan sarapan paginya

Ia berangkat tergesa-gesa karena ia sudah tidak sabar ingin menanyakan kejadian kemarin kepada Reyhan.

Sesampainya Rina di Sekolah ia langsung menuju ke ruang kelas.

“Hah….” Ia menghelakan nafasnya

Tiba-tiba dari belakang Reyhan menepuk pundak Rina sambil mengatakan “Kenapa? Gitu amat nafas lo berasa di kejar setan”

Rina memutar badanya sambil menjawab perkataan Reyhan.

“Hey Rey, haaa… iya nih tadi buru-buru biar nggak terlambat hehe” senyum hangat dipagi hari
Sembari mereka berdua  duduk di bangku masing-masing.

“Eh, btw itu kenapa jidat lo Rey?”

 “Oh iya Rey”

awal pembicaraan di mulai.

“ya, kenapa Rin?”

“kemarin gue nggak sengaja liat lo di depan rumah lo”

“hari minggu pagi maksut lo?” tanya Reyhan

“iya, kok tiba-tiba lo ditampar kenapa emang? Ada masalah apa?” Rasa penasaran Rina

“oh itu, nggak ada apa-apa aku baik-baik saja” Reyhan santai menanggapi pertanyaan Rina

Tidak selang beberpa waku saat Rina akan melanjutkan pembicaraan itu, bel masuk kelas berbunyi tandanya pembicaraan itu akan berhenti sampai di situ saja.

Mungkin Reyhan enggan menceritakan kejadian itu Reyhan berusahan terlihat baik-baik saja walaupun mungkin ia butuh teman untuk mendengarkannya.

Sebelum kejadian itu Reyhan melakukan sebuah kesalahan besar di keluarganya. Pada waktu itu Reyhan mengendarai mobil untuk berbelanja ke supermarket bersama adik perempuannya.
(1 Hari sebelumnya)

“Reyna, ayo kita ke supermarket belu es krim” ajakan Reyhan sang kaka

“ok kak, sebentar ya Reyna ganti baju dulu kaka tunggu Reyna ya”

5 menit kemudian setelah berganti baju mereka berdua pun berangkat menuju ke supermarket tiba di perjalanan hal yang tidak mengenakan terjadi.

Piiiiipppp, derrrrrrrr…….

Mobil yang Reyhan dan Reyna tumpangi di tabrak oleh mobil dari arah berlawanan.

Reyhan terbangun melihat Reyna sudah tidak sadarkan diri, Reyhan pun gugup apa yang akan ia lakukan melihat kondisi sang adik sudah tidak sadarkan diri.

Akhirnya ambulan pun datang membawa Reyhan dan Reyna ke rumah sakit terdekat.

“Reyna, bangun Rey” Ujar Reyhan sambil menepuk-nepuk tangan Reyna dan berlinang air mata
Reyhan segera menghubungi kedua orang tuanya.

“Ma, Reyhan sedang di rumah sakit Reyhan dan Reyna mengalami kecelekaan di perjalanan”

“Rumah sakit mana? Mama segera kesana”

“Budi Asih ma”

Sukma pun segera menuju rumah sakit budi asih di kawasan Jakarta selatan.

Setibanya di rumah sakit Sukma sebagai mama dari Reyhan menanyakan sebetulnya apa yang terjadi hingga seperti ini.

“Kenapa bisa seperti ini Rey?”

“Kalau papa kamu tau bagaimana? Kondisi Reyna apakah baik-baik saja?”

Reyhan pun hanya bisa menangis tidak ada sepatah kata pun yang ia lontarkan.

Tibalah ke esokan harinya Arya sang papa mengetahui kejadian itu sepulang dari perjalanan bisnis luar kota.

Minggu pagi Arya mengetahuinya bahwa sang putri tercinta terbaring di rumah sakit. Arya tak kuasa menahan amarah karena ke cerobohan Reyhan, sehingga Arya memberi tamparan yang membekas di pipi Reyhan.

Kejadian itu di lihat oleh Rina di pagi hari.

Sepulang dari sekolah Reyhan bergegas menuju rumah sakit untuk mengunjungi Reyna.

Reyna sudah sadarkan diri, sudah beraktivitas normal seperti Reyna yang dikenal periang dan ceria.

 “Hallo Reyna, maafin kakak ya sudah buat Reyna seperti ini” Sapaan Reyhan sambil mengusap rambut Reyna

“Tidak apa-apa kakak, Reyna mau es krim” Senyum manja Reyna pada sang kakak

“Reyna jangan minum es krim dulu ya, kalau sudah sembuh kakak beliin Reyna es crim yang banyak sekali”

“bener ya kak”

“iya sayang”

Satu minggu kemudian Reyna sudah diperbolehkan pulang ke rumah karena kondisinya sudah membaik.

Suatu ketika Reyhan mengajak Rina untuk pulang sekolah bersama.

“hey Rin sini naik, yuk pulang bareng” ajakan Reyhan

Rina dan Reyhan pun akhirnya pulang bersama.

Di perjalanan Reyhan berhenti di warung bakso.

“Loh kok berhenti” ucap Rina

“iya kita makan bakso dulu laper gue”

“ok baiklah”

Saat sedang menikmati bakso mereka saling cerita tentang kehidupan mereka masing-masing

“enak ya lo jadi anak orang kaya apapun yang lo mau pasti ada” ujar Rina

“ah, tidak semua orang kaya bahagia, hidup enak tanpa ada masalah apapun” jawab Reyhan

“emang iya? Kalo lo, gimana cara nikmatin hidup lo sekarang ini Rey?”

“ya seperti itu, yuk cabut gue udah selesai makannya lo buruan kek”

Rehyan selalu enggan membahas kehidupannya.

Setelah selesai makan bakso Reyhan bergegas mengantarkan Rina ke rumahnya.

Sesampainya di rumah Reyhan melihat suasana rumah yang tidak harmonis seperti keluarga lainnya.

Reyhan tumbuh besar di keluarga yang kurang harmonis bisa dibilang broken home kedua orang tua mereka sibuk dengan urusan masing-masing.

Kurangnya perhatian Reyhan sering bolos sekolah maka dari itu Reyhan sering berpindah-pindah sekolah.

1 Minggu berlalu Rina tak melihat Reyhan berangkat ke sekolah. Rina berusaha menghubungi Reyhan tetapi tetap saja tidak dapat dihubungi.

“Reyhan, lo di mana? Sudah seminggu lo nggak masuk kelas” Pesan Rina melalui ponselnya

“Sebetulnya apa yang sedang terjadi kenapa Reyhan sudah seminggu menghilang tanpa jejak” Pikiran Reyhan yang selalu menghantui Rina

Sepulang sekolah Rina pun bertekad mengunjungi rumah Reyhan yang terlihat megah dan mewah bak istana.

“Ting, tong” Rina membunyikan bel

“cari siapa?” keluarlah satpam dari balik pintu gerbang

“Reyhan nya ada pak?”

“Sudah 1 minggu Mas Reyhan tidak di rumah”

Wah, sudah satu minggu sebetulnya kemana Reyhan pergi? Tanya dalam hati Rina

“Baik pak terima kasih” Rina pun pergi meninggalkan rumah Reyhan

Saat di perjalanan Rina melihat sesorang yang mirip sekali dengan Reyhan.

“Hey Reyhan!!!” Panggil Rina

Karena merasa terpanggil laki-laki itu berbelok menengok kearah Rina

Ternyata itu benar-benar Reyhan dan Rina pun segera menghampiri Reyhan tapi di situ Reyhan tidak sendirian.

Reyhan bersama satu teman cewek yang tidak pernah Rina temui.

“Ada apa Rin?” Tanya Reyhan

“Lo kenapa nggak masuk sekolah Rey?”

“Oh, gue udah keluar dari sekolahan”

“Kenapa? kok bisa? Ada masalah apa?”

Pertanyaan itu pun meyerang Reyhan

“Udah ya Rin gue ada urusan”

Reyhan pun pergi meninggalkan Rina bersama temannya.

1 Bulan Reyhan hilang tanpa kabar rumahnya sepi tak berpenghuni sebetulnya apa yang terjadi dengan Reyhan.

Suatu ketika rumah Rina kedatangan seprtinya kedatangan tamu.
“Tok,tok Permisi…..”

“Iya sebentar, siapa?”

Di bukalah pintu rumah Rina
“Reyhan” Ucap Rina yang kaget karena kedatangan Reyhan

“Iya Rin”

“Silahkan masuk”

Rina pun mempersilahkan Reyhan masuk ke dalam rumahnya

“Ini buat lo Rin”

Reyhan menyodorkan undangan pernikahan ke Rina

“Apa ini Rey?”

“Undangan pernikahan gue sama sinta” Ujar Reyhan

Rina pun kaget kenapa mendadak Reyhan menikah.

“Sekarang lo tinggal di mana Rey? Sepertinya rumahmu sudah tidak di huni?”

“Iya gue udah pindah di Jakpus, datang ya Rin gue pamit pulang dulu”

“Oh, iya hati-hati”

Kekecewaan, sedih, sakit hati karena belum sempat menyatakan perasaanya kepada Reyhan tapi sudah di tinggalkan.

2 Bulan sebelumnya saat Reyhan dan Rina pulang bersama ada hal yang ingin Reyhan ungkapkan bahwa ia jatuh hati sama Rina tapi Reyhan tidak mampu mengucapkannya karena dua kehidupan yang berbeda.

Reyhan hidup berkelimpangan harta sedangkan Rina hidup yang serba kekurangan. Reyhan tau itu bukan hal yang salah kalau mereka menjalani hubungan layaknya sepasang kekasih.

Tapi dalam suatu hubungan kalau tidak ada dukungan akankah berjalan sesuai dengan keinginan?

Akhirnya Papa Reyhan menjodohkan Reyhan ke anak dari salah satu teman koleganya yang secara ekonomi setara dengannya.

Reyhan tidak bisa menolak permintaan papanya pada waktu itu karena apapun yang di inginkan papanya harus Reyhan turuti.

Reyhan pun mengakhiri hubungannya bersama Rina dengan cara berhenti sekolah dan meneruskan sekolahnya ke sekolah baru.

“I'm fine even though I feel like I have to keep going crazy on my head, but I'm fine”

Comments

Popular posts from this blog

Pertemuan Jilid 2

Bukan Akhir dari Pertemuan Selang beberapa hari karno mencoba ingin menemui sang cewek yang karno sukai diarea masjid yang biasa karno sama ahmad melakukan sholat. “emmm dimana ya, astaghfirullah ya Allah hamba berjalan ke Masjid berniat untuk beribadah, semoga pertemukanlah hamba kepada orang yang hamba ingin jumpai (Aamiin). Tapi takdir berkata lain, mungkin Allah belum mempertemukan mereka kembali. Sudah seminggu karno beribadah di masjid biasa akan tetapi tidak pernah menjumpainya. “kenapa si No kok lu clingak cllinguk ”, “Itu mad gue nyari itu pengen kenalan keinget omongan lu kemarin”. “Oh.. gitu yauda syukurlah”. “tapi gue nggak pernah liat mad akhir – akhir ini kenapa ya?”, “Ya mungkin lagi ada tamu bulanan jadi nggak ke masjid”,” oh iya ya, ayo balik mad kita kan mau ke kampus”. Sepulang dari kampus karno pun berniat untuk mampir ke Perpustakaan Nasional, “Eh mad lu pulang duluan deh gue mau ke perpus bentar mau baca – baca”, “Yoi..” (Perjalanan M

One day in Yogyakarta

Siapa yang tidak tau kota Yogyakarta atau sering di sebut-sebut Jogja istimewa terkenal dengan khas makanannya yaitu gudeg. Dari kalian pasti sudah pernah berlibur ke kota Yogyakarta untuk melihat ke istimewaan serta keindahan kota tersebut. Pada artikel kali ini aku akan bercerita tentang pengalamanku satu hari di Jogja istimewa. Pasti terdengar konyol kenapa cuma satu hari di Jogja, kenapa nggak satu minggu atau satu bulan untuk menikmati liburan. Ya, aku pun sepemikiran tapi dalam satu hari itu membuat pengalaman yang tidak pernah terlupakan. Bagaimana bisa? 3 tahun yang lalu aku bersama 3 teman ku yaitu Jeje, Pipil, dan Kholil berencana berlibur ke Jogja selama 3 hari dengan mengendarai sepeda motor. Awalnya kedua orang tuaku melarang untuk bepergian ke Jogja karena kami berempat menggunakan transportasi yang tidak masuk akal yaitu sepeda motor. Sedangkan kami berempat masih berstatus siswa smk dan belum menerima surat kelulusan. Wajar saja kalau orang tua mengkhawat

Iman yang Tak Sama

Mencintai adalah landasan dalam sebuah hubungan sepasang kekasih. Tetapi iman yang tak sama membuat hati ini ragu akankah kisah kita berjalan sesuai rencana? Mungkin saling mencintai saja tidak cukup untuk membuat kita saling memiki. Pernikahan hanyalah angan-angan yang tidak akan tersampaikan. Kisah cintaku ingin berakhir bahagia bak cerita novel tapi mungkin iman yang memisahkan. Hai, aku Rachma umurku 21 tahun aku bertemu dengan seseorang yang sangat bisa mengenal diriku. Ringgo, iya dia bernama Ringgo, lelaki baik berparas tampan dan berbadan lebih tinggi dariku. Awal mula pertemuan aku dengan Ringgo pada saat kita sama-sama bekerja disalah satu perusahaan  yang ada di pusat kota.  Ringgo : “Hay, aku Ringgo” Sapaan dengan senyum hangat yang kulihat darinya yang menatap kepadaku. “Hay, Rachma” Balasku sambil melempar senyum manisku kepadanya. Pertemuan singkat yang membuatku salah tingkah dan tidur malamku terjaga. “ya Allah, pertemukan k