Skip to main content

I'M Fine


Tumbuh besar di keluarga kaya, hidup berkecukupan bukan menjadi jaminan kehidupan yang sempurna dan bahagia.

Bagi sebagian orang ingin dilahirkan dari keluarga kaya hidup dengan kemewahan dan jauh dari kemiskinan.

Seperti kehidupan Keluarga Arya Wijaya seorang pemilik perusahaan property di Kawasan Jakarta Pusat. Ia tinggal di Patra Kuningan, Jakarta Selatan.

Arya Wijaya meliki satu istri bernama Sukma Wijaya dan memiliki satu anak perempuan bernama Rayna Putri Wijaya, satu anak laki-laki bernama Reyhan Putra Wijaya.

Keluarga Arya terkesan harmonis dan hidup sejahtera tanpa ada konflik di kehidupannya panadangan dari warga komplek setempat.

Berbeda hal dengan keluarga Surya seorang kuli bangunan yang menghidupi satu orang istri dan 3 orang anak. Surya mempunyai satu anak laki-laki bernama Agung dan dua gadis perempuan Rina dan Reni.

Rina seorang remaja berusia 18 tahun yang sedang berada di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) di salah satu sekolah yang ada di Jakarta Selatan.

Rina memiliki kepribadian yang baik dan berparas cantik berbanding balik dengan Reni walaupun Reni memiliki paras yang cantic tapi ia dikenal memiliki kepribadian yang buruk, sombong dan angkuh.

Suatu ketika Rina sedang berada di perpustakaan sekolah untuk membaca buku disela-sela waktu istirahatnya.

Tiba-tiba seseorang pria duduk di depan Rina dan memperhatikan Rina, ia sangat tidak nyaman dengan hal yang dilakukan pria itu.

Akhirnya Rina berpindah tempat duduk karena ia merasa terganggu oleh kehadiran pria misterius.  Saat Rina berjalan untuk berpindah tempat, pria misterius itu pun tetap mengikuti Rina.

Rina pun membalikan badannya ke arah pria itu.

“sori, ada hal yang ingin anda sampaikan?”

“kenapa anda terus mengikutiku?”

Tanya Rina…

“em, tidak silahkan teruskan perjalananmu” jawab sang pria

Sebetulnya siapa pria itu, apakah sebelumnya aku pernah bertemu dengannya? Tanya Rina dari lubuk hatinya

Kring…Kring.. bel berbunyi menunjukan jam istirahat selesai dan waktunya para siswa-siswi memlanjutkan belajar di kelas.

“Selamat siang” Sapaan ibu Mela guru Bahasa inggris

“kali ini ada murid baru pindahan yang akan bergabung belajar di sekolah kita, silahkan masuk”

“Etss sebentar itu kan pria yang tadi di perpustakaan, jadi dia murid baru pindahan” sontak
kebingungan Rina yang terjawab sudah

“silahkan perkenalkan diri kamu” Ujar bu Mela

“Hay, saya Reyhan Putra Wijaya” sambil melempar senyum manisnya untuk semua teman barunya.

“Hallo Reyhan salam kenal” Serentak satu kelas perempuan yang membalas sapaan Reyhan

“sudah,sudah jangan terlalu menebar senyum nanti pada hilang konsentrasi, Rina kursi samping kamu kosong kan?”

“iya bu”

Reyhan pun duduk di samping Rina

“Hay kita ketemu lagi” sapa Reyhan sambil tersenyum hangat untuknya

Rina pun enggan membalas sapaan Rehyan ia hanya membalas senyumannya.

Setelah 2 jam pembelajaran bel berbunyi menunjukan waktu belajar sudah selesai dan waktunya pulang.

“gue pulang duluan ya Rin” Ucap Reyhan sambil meninggalkan Rina

“iya, hati-hati” balasannya dengan nada lirih mungkin Rehyan tidak mendengarnya

Pada saat perjalan pulang menuju rumah Rina melihat salah satu teman satu kelasnya yang sedang asik bergosip di pinggir jalan bersama satu teman lainnya.

“Eh lo tau nggak, itu si Reyhan anaknya orang kaya yang di komplek Patra dia satu kelas sama gue”
Gosip di mulai

“Serius lo, sumpah ganteng banget dong dia”

“tapi biarpun ganteng, kaya emang lo mau kalo sama dia?”

“ih gue mah ogah, orang tuanya kurang baik menurut gue”

Rina pun tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka.

“oh jadi Ryhan tinggal di patra dekat dengan tempat tinggalku” Ucap Rina

Libur telah tiba waktunya Rina berolahraga jogging pagi di kawasan komplek Patra Kuningan karena di hari libur ia selalu melakukan aktivitas berolahraga seperti lari pagi.

Di pertengahan jalan ia berhenti dan melihat Reyhan sedang berdiri di depan mobil yang akan melaju.

Rina bingung kenapa Reyhan melalukan itu, Rina pun tak lepas memperhatikan Reyhan dan ia bertanya-tanya mengapa Reyhan seperti itu.

Seorang pria paruh baya pun turun dari mobil dan menampar pipi Reyhan, mungkin itu orang tua Reyhan.

Rina pun kaget kenapa Rehyan di tampar olehnya kesalahan apa yang Reyhan perbuat hingga ia di tampar sangat keras, rasanya ingin sekali Rina lari ke arahnya dan mengobati rasa sakit di pipinya.

Semalaman Rina tidak bisa tidur dengan lelap karena memikirkan kejadian yang Reyhan alami tadi pagi.

to be continued

Comments

Popular posts from this blog

Pertemuan Jilid 2

Bukan Akhir dari Pertemuan Selang beberapa hari karno mencoba ingin menemui sang cewek yang karno sukai diarea masjid yang biasa karno sama ahmad melakukan sholat. “emmm dimana ya, astaghfirullah ya Allah hamba berjalan ke Masjid berniat untuk beribadah, semoga pertemukanlah hamba kepada orang yang hamba ingin jumpai (Aamiin). Tapi takdir berkata lain, mungkin Allah belum mempertemukan mereka kembali. Sudah seminggu karno beribadah di masjid biasa akan tetapi tidak pernah menjumpainya. “kenapa si No kok lu clingak cllinguk ”, “Itu mad gue nyari itu pengen kenalan keinget omongan lu kemarin”. “Oh.. gitu yauda syukurlah”. “tapi gue nggak pernah liat mad akhir – akhir ini kenapa ya?”, “Ya mungkin lagi ada tamu bulanan jadi nggak ke masjid”,” oh iya ya, ayo balik mad kita kan mau ke kampus”. Sepulang dari kampus karno pun berniat untuk mampir ke Perpustakaan Nasional, “Eh mad lu pulang duluan deh gue mau ke perpus bentar mau baca – baca”, “Yoi..” (Perjalanan M

One day in Yogyakarta

Siapa yang tidak tau kota Yogyakarta atau sering di sebut-sebut Jogja istimewa terkenal dengan khas makanannya yaitu gudeg. Dari kalian pasti sudah pernah berlibur ke kota Yogyakarta untuk melihat ke istimewaan serta keindahan kota tersebut. Pada artikel kali ini aku akan bercerita tentang pengalamanku satu hari di Jogja istimewa. Pasti terdengar konyol kenapa cuma satu hari di Jogja, kenapa nggak satu minggu atau satu bulan untuk menikmati liburan. Ya, aku pun sepemikiran tapi dalam satu hari itu membuat pengalaman yang tidak pernah terlupakan. Bagaimana bisa? 3 tahun yang lalu aku bersama 3 teman ku yaitu Jeje, Pipil, dan Kholil berencana berlibur ke Jogja selama 3 hari dengan mengendarai sepeda motor. Awalnya kedua orang tuaku melarang untuk bepergian ke Jogja karena kami berempat menggunakan transportasi yang tidak masuk akal yaitu sepeda motor. Sedangkan kami berempat masih berstatus siswa smk dan belum menerima surat kelulusan. Wajar saja kalau orang tua mengkhawat

Iman yang Tak Sama

Mencintai adalah landasan dalam sebuah hubungan sepasang kekasih. Tetapi iman yang tak sama membuat hati ini ragu akankah kisah kita berjalan sesuai rencana? Mungkin saling mencintai saja tidak cukup untuk membuat kita saling memiki. Pernikahan hanyalah angan-angan yang tidak akan tersampaikan. Kisah cintaku ingin berakhir bahagia bak cerita novel tapi mungkin iman yang memisahkan. Hai, aku Rachma umurku 21 tahun aku bertemu dengan seseorang yang sangat bisa mengenal diriku. Ringgo, iya dia bernama Ringgo, lelaki baik berparas tampan dan berbadan lebih tinggi dariku. Awal mula pertemuan aku dengan Ringgo pada saat kita sama-sama bekerja disalah satu perusahaan  yang ada di pusat kota.  Ringgo : “Hay, aku Ringgo” Sapaan dengan senyum hangat yang kulihat darinya yang menatap kepadaku. “Hay, Rachma” Balasku sambil melempar senyum manisku kepadanya. Pertemuan singkat yang membuatku salah tingkah dan tidur malamku terjaga. “ya Allah, pertemukan k