Skip to main content

MENGENAL DIRI SENDIRI




Dengan banyaknya hal dan kejadian yang sudah kita alami hingga detik ini belum tentu membuat kita tahu dengan bagaimana diri kita sebenarnya dan apasi yang sebenarnya kita inginkan?

Dengan adanya social media terkadang membuat kita jadi lebih sering melihat yang ada di luar sana sedangkan kita lupa melihat diri kita sendiri. Padahal diri kita juga butuh untuk dilihat, dipahami dan diselami.

Seperti misalnya kamu sudah mengikuti ratusan seminar motivasi kosultasi dengan motivator-motivator ternama tetapi ketika kamu sudah melakukan itu semua tanpa mengenal diri kamu yang sesungguhnya maka semua itu akan sia-sia.

Ibarat kata gini; kamu ingin mengambil air menggunakan gelas, tapi gelas yang kamu pake buat nampung itu bocor atau ibarat kamu membangun sebuah rumah dengan fondasi yang lapuk. Sewaktu-waktu akan bisa roboh lagi.

Emang sepenting apa mengenal diri sendiri?

Sebetulnya proses mengenal diri adalah hal yang paling basic yang harus kamu lakukan dalam hidup. Kenapa bisa seperti itu? Karena dengan mengenal diri kamu sendiri maka kamu bakal tahu bahwa kamu ini orang yang seperti apa, memiliki berkepribadian yang bagaimana dan apa hal yang kamu suka atau tidak suka.

Tidak hanya itu, mungkin kamu juga bakalan tahu apa kekuatan diri yang bisa kamu gunakan saat menghadapi masalah atau ketika pada saat kamu lagi rentan dan pada akhirnya kamu akan lebih mudah menerima diri kamu sendiri.

Selain itu mengenal diri juga akan membuat kamu tidak mudah iri dengan pencapaian-pencapaian orang lain. Karena semata-mata kamu tahu bahwa setiap orang memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

Kamu akan paham betul bagaimana karakteristik diri kamu dan paham bahwa kehidupan orang lain yang kelihatannya lebih keren itu ternyata tidak cocok dengan value kamu buat. Ibarat bintang dilangit setiap orang akan bersinar dengan caranya sendiri dan pada akhirnya kamu akan lebih mudah merasa bahagia.

Selama aku menghilang beberapa hari terkahir ini aku jadi berfikir pentingnya mengenal diri sendiri dan bagiku mungkin itu tidak mudah.  Tapi dengan cara seperti itu bisa membuat bersyukur dengan hidup yang sedang aku jalani saat ini.

Semoga dengan kamu mengenal diri sendiri bisa membuat kamu setidaknya lebih mudah dalam menjalani hidup kedepannya. Jangan lupa bahagia 😊

Comments

Popular posts from this blog

Pertemuan Jilid 2

Bukan Akhir dari Pertemuan Selang beberapa hari karno mencoba ingin menemui sang cewek yang karno sukai diarea masjid yang biasa karno sama ahmad melakukan sholat. “emmm dimana ya, astaghfirullah ya Allah hamba berjalan ke Masjid berniat untuk beribadah, semoga pertemukanlah hamba kepada orang yang hamba ingin jumpai (Aamiin). Tapi takdir berkata lain, mungkin Allah belum mempertemukan mereka kembali. Sudah seminggu karno beribadah di masjid biasa akan tetapi tidak pernah menjumpainya. “kenapa si No kok lu clingak cllinguk ”, “Itu mad gue nyari itu pengen kenalan keinget omongan lu kemarin”. “Oh.. gitu yauda syukurlah”. “tapi gue nggak pernah liat mad akhir – akhir ini kenapa ya?”, “Ya mungkin lagi ada tamu bulanan jadi nggak ke masjid”,” oh iya ya, ayo balik mad kita kan mau ke kampus”. Sepulang dari kampus karno pun berniat untuk mampir ke Perpustakaan Nasional, “Eh mad lu pulang duluan deh gue mau ke perpus bentar mau baca – baca”, “Yoi..” (Perjalanan M

One day in Yogyakarta

Siapa yang tidak tau kota Yogyakarta atau sering di sebut-sebut Jogja istimewa terkenal dengan khas makanannya yaitu gudeg. Dari kalian pasti sudah pernah berlibur ke kota Yogyakarta untuk melihat ke istimewaan serta keindahan kota tersebut. Pada artikel kali ini aku akan bercerita tentang pengalamanku satu hari di Jogja istimewa. Pasti terdengar konyol kenapa cuma satu hari di Jogja, kenapa nggak satu minggu atau satu bulan untuk menikmati liburan. Ya, aku pun sepemikiran tapi dalam satu hari itu membuat pengalaman yang tidak pernah terlupakan. Bagaimana bisa? 3 tahun yang lalu aku bersama 3 teman ku yaitu Jeje, Pipil, dan Kholil berencana berlibur ke Jogja selama 3 hari dengan mengendarai sepeda motor. Awalnya kedua orang tuaku melarang untuk bepergian ke Jogja karena kami berempat menggunakan transportasi yang tidak masuk akal yaitu sepeda motor. Sedangkan kami berempat masih berstatus siswa smk dan belum menerima surat kelulusan. Wajar saja kalau orang tua mengkhawat

Iman yang Tak Sama

Mencintai adalah landasan dalam sebuah hubungan sepasang kekasih. Tetapi iman yang tak sama membuat hati ini ragu akankah kisah kita berjalan sesuai rencana? Mungkin saling mencintai saja tidak cukup untuk membuat kita saling memiki. Pernikahan hanyalah angan-angan yang tidak akan tersampaikan. Kisah cintaku ingin berakhir bahagia bak cerita novel tapi mungkin iman yang memisahkan. Hai, aku Rachma umurku 21 tahun aku bertemu dengan seseorang yang sangat bisa mengenal diriku. Ringgo, iya dia bernama Ringgo, lelaki baik berparas tampan dan berbadan lebih tinggi dariku. Awal mula pertemuan aku dengan Ringgo pada saat kita sama-sama bekerja disalah satu perusahaan  yang ada di pusat kota.  Ringgo : “Hay, aku Ringgo” Sapaan dengan senyum hangat yang kulihat darinya yang menatap kepadaku. “Hay, Rachma” Balasku sambil melempar senyum manisku kepadanya. Pertemuan singkat yang membuatku salah tingkah dan tidur malamku terjaga. “ya Allah, pertemukan k