I'M OKAY

Selama ini yang aku anggap baik-baik saja, ternyata aku salah.

Ada sisi yang tidak ingin aku tunjukan ke orang lain. Entah sedekat apa aku dengannya, aku memilih diam dan memendam semuanya bahkan sedekat keluarga saja aku enggan mengatakan.


Karena dengan mengatakan aku berfikir hanya akan menjadi beban. Hanya melalui tulisan yang bisa aku sampaikan.


Jauh datang ke sini untuk mewujudkan sebuah impian, kukira hidup akan seperti berjalan di lorong yang bersinar. Tapi ternyata lorong yang ku lewati segelap ini, tak kusangka akan menjadi sehampa ini.


Hidup itu bagiku sulit dan melelahkan. Tetapi orang-orang yang melihatku, hanya tahu aku orang yang bahagia dan ceria. 


Ketika seseorang bertanya padaku; “apakah kamu baik-baik saja?”, “ya, tentu saja” dengan lantang aku katakan. Padahal mereka tidak tahu betapa kesulitannya aku.


Aku tidak ingin tumbuh menjadi dewasa, sangat sulit dan melelahkan. Lalu, aku teringat seseorang pernah berkata kepadaku “Jika kamu sedang kesulitan maka menangislah, jika menangis obat bagimu. Merasa baik-baik saja tidak berarti kamu sedang baik-baik saja”


Seketika seperti tertampar oleh keadaan, selama ini yang aku anggap semua baik-baik saja ternyata salah. 


Di sini aku paham, kurangnya cinta pada diri sendiri dan mengenal bagaimana dengan keaadaanku sendiri.


Bagaimana aku bisa mencintai orang lain, jika aku belum bisa mencintai diriku sendiri? Lalu, bagaimana aku bisa memahami orang lain sedangkan aku sendiri tak bisa memahami diriku sendiri.


Mungkin hiatus adalah salah satu alasan supaya aku bisa lebih mencintai dan memahami diriku sendiri. Beberapa hari kedepan aku akan kembali menghilang dari hiruk pikuknya sosial media. 


“Aku adalah pemeran utama dalam hidupku, sekarang aku sedang melakukan hal yang terbaik dan kedepannya akan menjadi lebih baik” Ucapku untuk menguatkan diriku sendiri.


Sometimes it's okay not to be okay, we are only human.



2 comments:

Powered by Blogger.