Going to Bali


"Tidak ada kata yang tidak mungkin"

Liburan akhir tahun sudah di depan mata semua orang pasti sedang belomba-lomba mempersiapkan rencana liburan di akhir tahun. Sudah waktunya para pekerja keras berbahagia dengan meninggalkan sebentar meja kerjanya dan menikmati waktu libur yang sudah menanti. Bahkan sebagian orang yang memanfaatkan masa cuti mereka di akhir tahun.

Seperti aku sendiri Vina Rosalina yang memanfaatkan masa cuti di akhir tahun. 2 bulan sebelum akhir tahun aku merencanakan liburan ke salah satu kota yang istimewa dan di juluki kota seribu pura kota tersebut di buru para wisatawan local maupun asing (manca negara) di mana lagi kalau bukan Bali.

Ya, semua orang pasti menginginkan liburan ke Bali. Tidak terkecuali aku sendiri sedikit cerita awal mula aku berencana liburan ke Bali. Bermula dari keisangku berlibur ke Bali sebetulnya aku tidak ada rencana liburan ke Bali di akhir tahun tapi yaa begitulah takdir yang membawaku ke Bali hehehe

Oh iya, di sini aku mau berbagi pengalaman bagaimana menjadi solo traveling sesuai dengan pengalamanku selama di Bali. Wahh sedikit menegangkan dan menyenangkan hehe Awalnya aku kurang percaya diri tapi sampai juga di Bali.

Aku berangkat dari Jakarta pesawat jam 15.45 WIB sampai di Bali 18.25 WITA dengan penerbangan AirAsia sebelum menuju ke Bandara aku mampir ke Kantor sebentar untuk mengambil sesuatu yang tertinggal di laci mejaku. Setelah selesai dari kantor aku langsung bergegas menuju ke stasiun BNI Citty agar tidak ketinggalan kereta menuju Bandara. Sekarang di Jakarta sudah ada kereta yang langsung menuju Bandara Soekarno Hatta harganya lumayan bisa dijangkau Rp.75.000/orang sekali perjalanan.

Setelah sampai di Stasiun BNI Citty aku langsung mencetak tiket kereta yang sudah aku pesan jauh-jauh hari sebelumnya syukurlah masih ada waktu 1jam untuk beristirahat. Setelah satu jam berlalu aku langsung menuju ke peron untuk menunggu kedatangan kereta dan melanjutkan perjalananku menuju bandara Soetta.

Sesampainya di bandara Seotta aku langsung bergegas mencari Terminal 2 untuk penerbangan AirAsia. Tips untuk kalian yang solo traveling jangan malu untuk bertanya ke petugas sekitar kalau kalian tersesat atau belum tau di mana letak terminal penerbangannya. Setelah pencarian panjang akhirnya aku bertemu dengan Terminal 2 tidak menunggu lama aku langsung mencetak Boarding pass walaupun aku sudah melakukan Chekin Online by Aplikasi yang sudah di sediakan oleh pihak maskapai.

Masih ada waktu sekitar 2 jam untuk makan siang dan bersantai sebentar menyiapkan diri untuk berpergian sendiri. Aku makan siang salah satu resto yang ada di bandara sembari menunggu waktu boarding. Setelah selesai makan siang aku langsung kembali ke Terminal untuk melakukan pengecekan atau boarding. Sempat merasa bingung pada saat sudah lolos boarding aku bingung, Loh kok maskapai yang aku pakai tidak ada di sini.

Jeng-jeng, bingung dong kemana ini kemana sebagai solo traveling yang tidak ada teman yang bisa di ajak nyasar bersamanaan aku 2 kali muter-muter di situ hehe memang betul pepatah malu bertanya sesat di jalan. Untung ada petugas yang bisa ku tanyai.
"Permisi Pak, untuk penerbangan AirAsia?"
"Oh dari sini nanti mba ambil kiri lurus terus"
"Baik terima kasih Pak".

30 Menit sebelum penerbangan pelarianpun di mulai hehe maksutnya lari-lari agar tidak tertinggal pesawat. Syukurlah masih kekejar itu pesawat dan untungnya lagi pesawat sempet delay setengah jam jadi masih bisa buat bernafas sebentar.

Selamat datang di Bali akhirnya aku bisa melewati perjalanan yang panjang ini hehe seriusan menurut aku pribadi melakukan solo traveling hal yang sangat menyenangkan tapi juga was-was. Suatu kebanggaan buat diri kita sendiri kalau semisal kita bisa melakukan perjalanan jauh dengan sendirinya didalam hati "Akhirnya aku bisa mandiri berjalan sendiri".

Sesampainya di Bali aku langsung menuju ke Hotel untuk beristirahat bukan tidur ya tapi mandi dan rebahan sebentar terus melakukan aktivitas malam etsss makan malam maksutnya hehe oh iya aku menginap di Hotel Ramada Bali sunset road harganya lumayan buat para bagpacker Rp.400.000/Night.  Sesampainya di penginapan aku langsung mandi dan mencari makan malam bersama satu temanku yang sudah ada di Bali yaitu ka Nita dan Ka Jefri.

Aku bersama temanku makan di salah satu rumah makan terkenal dan khas Bali yaitu Nasi Templong jadi itu yang khas dari rumah makan tersebut hanya dari sambalnya kami bertiga makan di rumah makan itu habis sekitar Rp.300.000. Setelah selesai makan kami bertiga langsung melanjutkan perjalan ke Hotel untuk beristirahat menyiapkan energi buat besok menjelajahi Bali.

Hari pertama di Bali aku berencana bepergian ke uluwatu bersama salah satu teman kampus yaitu Ferdiyan dan beberapa teman lainnya menonton pertunjukan tari kecak dan melihat keindahan sunset di Bali. Tidak hanya menikmati tariannya saja ada pelajaran yang dapat kita pelajari di dalam tarian tari kecak. Oh iya sebelum aku ke daerah uluwatu aku pergi ke salah satu wisata yang ada di daerah Badung yaitu GWK. Berhubung aku ke sana tepat jam 12.00 WITA panas sekali tapi menyenangkan sekali.

Setelah selesai berkelanan ke Uluwatu dan Badung aku mampir ke salah satu rumah makan ibu lina sekitar uluwatu menu makan malamku ayam betutu khas Bali dan nasi rawon enak sekali rasanya lelahku terbayar hehe kalian yang jalan-jalan ke Bali jangan lupa mencicipi makanan khas yang ada di Bali. Harga ayam betutu Rp.50.000/porsi dan untuk nasi rawonnya Rp.35.000/porsi. Setelah selesai makan aku lengsung menuju ke Hotel untuk beristirahat.

Oh hampir lupa aku di Bali 4 hari 3 malam waktu yang tidak begitu lama tapi aku harus memanfaatkan waktu liburanku yang menyenangkan. Hari ke dua aku berencana ke salah satu pantai yang sering di kunjungi oleh para wisatawan. Setelah sarapan pagi aku langsung bersiap-siap untuk  mengelilingi kota Bali. Sebelum ke pantai aku menuju ke Joger jelek di mana pusat oleh-oleh khas Bali khususnya kaos, sendal, boneka dan pernak pernik lainnya.

Joger jelek yang bertempatan di Legian tidak jauh dari hotel yang aku tempati kalian kalau semisal di Bali tidak menyewa motor/mobil kalian bisa akses ke sana pakai jasa ojek online yang hanya merogoh kocek sekitar 10ribuan. Setelah berbelanja di joger aku berjalan sedikit melihat-lihat sekitar yang ada di legian dan menuju ke pantai Kuta untuk melihat indahnya sunset. "hmm indah sekali ciptaan Tuhan". Saat-saat aku menikmati indahnya alam ini aku sambil berfikir "Sungguh bersyukur aku bisa menikmati kehidupan yang aku jalani saat ini dan sampai di titik ini".

Jadi buat kalian yang takut buat bermimpi dan takut berjalan sendiri, mulai sekarang jangan takut apapun hasilnya hadapi jangan takut sebelum kalian mencoba.

Tidak terasa sudah di hari ke 4 aku berlibur di Bali dan waktunya untuk kembali Jakarta melakukan aktivitas yang sesungguhnya banyak pengalaman dan pelajaran yang aku dapatkan dari liburan di penghujung tahun 2019. Pengalaman yang aku dapatkan di mana aku mengenal orang-orang baru dan mengenal budaya baru yang ada di kota itu sendiri dan pelajaran yang aku dapatkan aku dapat melakukan hal-hal yang aku takuti dengan sendirian.

Tips dari aku buat kalian yang ingin melakukan perjalan jauh sendirian atau solo traveling sebaiknya mencari tahu dulu kota yang akan dituju dan jangan lupa bertanya dengan orang sekitar dan berhati-hati.

Sekian dulu ceritaku hari ini selama di Bali terim kasih sudah berkenan membaca tulisanku semoga bermanfaat untuk kita semua. sampai jumpat di ceritaku selanjutnya.

>>Bye Bye (Anyoung)<<

Comments

Popular posts from this blog

Pertemuan Jilid 2

One day in Yogyakarta

Tips Solo Traveling