Skip to main content

Kuta Beach Bali




Siapa yang tidak kenal dengan Bali, dengan keindahan wisatanya memikat hati para wisatawan ingin berkunjung ke kota yang di kenal Pulau Dewata atau Kota Seribu Pura.

Aku akan bercerita sedikit tentang pengalamanku di Bali. Beberapa orang bertanya kepadaku"Vina kenapa kamu berlibur ke Bali?"
"Aku ingin melihat keindahan sunset di sore hari dan mengenal makanan serta budaya yang ada di Bali" Jawabku sambil tersenyum

Tentunya tidak hanya itu alasan mengapa aku berlibur ke Bali.  Kalian pernah dengar tidak istilah dengan "Kejar Mimpimu setingi-tingginya", terus pasti kalian berfikir apa hubunganya mimpi sama berlibur ke Bali?

Awal dari bepergian atau berlibur itu adalah dari sebuah mimpi. aku adalah tipical orang yang selalu menulis semua impian-impian aku pada selembar kertas yang bertulisan "I Will Going To" dan di sertai destinasi kota atau negara yang ingin aku kunjungi.

Ternyata tanpa aku sadari tulisan yang dulu pernah aku buat pada selembar kertas itu beberapa sudah pernah aku kunjungi. Juni 2019 aku menuliskan Bali di dalam selembar kertas impianku.
Tidak di sangka beberapa bulan kemudian aku berlibur ke Bali.

Entah itu kebetulan atau memang aku sudah mengidam-idamkan liburan ke sana. hehehe
Destinasi wisata aku selama di Bali yang sangat-sangat aku ingin kunjungi yaitu Pantai Kuta. sebetulnya ada beberapa pantai yang ada di Bali yaitu kuta, seminyak double-six, legian dan masih banyak lagi.

Tapi kali ini aku memilih untuk pergi ke Kuta. Aku sungguh menikmatinya saat melihat ombak seolah-olah saling mengejar dan angin meniup-niup helaian rambutku disitu aku merasakan kenyamanan tersendiri.

"Wah, sungguh indah Ciptaan Yang Maha Kuasa sampai aku baru tersadar akan nikmatnya liburan" aku berbicara pada diri sendiri dan mensyukuri atas pencapaian yang aku dapatkan saat ini.

Menikmati sunset atau matahari terbenam adalah sesuatu yang tidak boleh terlewatkan saat kita berada di Pantai Kuta.

Aku sedikit merasa sedih, bukan sedih karena tidak mensyukuri nikmat ya.

Tapi aku sedih karena tidak bisa melihat keindahan Pantai Kuta bersama keluarga. 
Semoga suatu saat aku bisa berlibur bersama mereka.

Di Pantai Kuta kalian tidak hanya bisa menikmati keindahannya saja. Tapi di sana kalian bisa menikmati beberapa makanan atau cemilan, minuman yang di sediakan dari penjual yang ada di pinggiran pantai. Ettss bayar ya bukan gratisan heheh

Oh iya kalau ada yang rencana liburan ke Bali dan mau ke Pantai Kuta aku saranin waktu kalian ingin menikmati sunset jangan duduk di kursi atau semacam tempat duduk ala-ala pantai yang di sediain menurutku itu mungkin harus bayar. hehe

Tapi kalau kalian mau bayar ya tidak masalah si sambil minum es kelapa muda.
Itu tips buat yang irit budget liburanya ya boleh dipakai saran aku duduk di pasir saja sudah enjoy.

Pengalaman aku ke pantai kuta masuknya gratis tidak di kenakan tarif jadi kalian bebas mau keluar masuk dan di dekat pantai kuta juga ada beberapa penjual asesoris dan pernak-pernik lainnya.

Kalau ada yang berniat buat beli oleh-oleh cocok deh pergi ke pantai kuta pulang dari pantai belanja.

Semoga artikel ini bisa sedikit menjadikan refrensi destinasi rencana liburan kalian di Bali.

Comments

Popular posts from this blog

Pertemuan Jilid 2

Bukan Akhir dari Pertemuan Selang beberapa hari karno mencoba ingin menemui sang cewek yang karno sukai diarea masjid yang biasa karno sama ahmad melakukan sholat. “emmm dimana ya, astaghfirullah ya Allah hamba berjalan ke Masjid berniat untuk beribadah, semoga pertemukanlah hamba kepada orang yang hamba ingin jumpai (Aamiin). Tapi takdir berkata lain, mungkin Allah belum mempertemukan mereka kembali. Sudah seminggu karno beribadah di masjid biasa akan tetapi tidak pernah menjumpainya. “kenapa si No kok lu clingak cllinguk ”, “Itu mad gue nyari itu pengen kenalan keinget omongan lu kemarin”. “Oh.. gitu yauda syukurlah”. “tapi gue nggak pernah liat mad akhir – akhir ini kenapa ya?”, “Ya mungkin lagi ada tamu bulanan jadi nggak ke masjid”,” oh iya ya, ayo balik mad kita kan mau ke kampus”. Sepulang dari kampus karno pun berniat untuk mampir ke Perpustakaan Nasional, “Eh mad lu pulang duluan deh gue mau ke perpus bentar mau baca – baca”, “Yoi..” (Perjalanan M

One day in Yogyakarta

Siapa yang tidak tau kota Yogyakarta atau sering di sebut-sebut Jogja istimewa terkenal dengan khas makanannya yaitu gudeg. Dari kalian pasti sudah pernah berlibur ke kota Yogyakarta untuk melihat ke istimewaan serta keindahan kota tersebut. Pada artikel kali ini aku akan bercerita tentang pengalamanku satu hari di Jogja istimewa. Pasti terdengar konyol kenapa cuma satu hari di Jogja, kenapa nggak satu minggu atau satu bulan untuk menikmati liburan. Ya, aku pun sepemikiran tapi dalam satu hari itu membuat pengalaman yang tidak pernah terlupakan. Bagaimana bisa? 3 tahun yang lalu aku bersama 3 teman ku yaitu Jeje, Pipil, dan Kholil berencana berlibur ke Jogja selama 3 hari dengan mengendarai sepeda motor. Awalnya kedua orang tuaku melarang untuk bepergian ke Jogja karena kami berempat menggunakan transportasi yang tidak masuk akal yaitu sepeda motor. Sedangkan kami berempat masih berstatus siswa smk dan belum menerima surat kelulusan. Wajar saja kalau orang tua mengkhawat

Iman yang Tak Sama

Mencintai adalah landasan dalam sebuah hubungan sepasang kekasih. Tetapi iman yang tak sama membuat hati ini ragu akankah kisah kita berjalan sesuai rencana? Mungkin saling mencintai saja tidak cukup untuk membuat kita saling memiki. Pernikahan hanyalah angan-angan yang tidak akan tersampaikan. Kisah cintaku ingin berakhir bahagia bak cerita novel tapi mungkin iman yang memisahkan. Hai, aku Rachma umurku 21 tahun aku bertemu dengan seseorang yang sangat bisa mengenal diriku. Ringgo, iya dia bernama Ringgo, lelaki baik berparas tampan dan berbadan lebih tinggi dariku. Awal mula pertemuan aku dengan Ringgo pada saat kita sama-sama bekerja disalah satu perusahaan  yang ada di pusat kota.  Ringgo : “Hay, aku Ringgo” Sapaan dengan senyum hangat yang kulihat darinya yang menatap kepadaku. “Hay, Rachma” Balasku sambil melempar senyum manisku kepadanya. Pertemuan singkat yang membuatku salah tingkah dan tidur malamku terjaga. “ya Allah, pertemukan k