Skip to main content

Explore Semarang


Kota yang memiliki begitu banyak khas makanan bahkan cemilan salah satunya Lumpia yang sangat terkenal di kalangan masyarakat sekitar bahkan dari luar kota pun mengetahuinya. Di mana lagi kalau bukan kota Semarang.

Semarang adalah ibu kota Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Semarang juga termasuk kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia sesudah Jakarta, Surabaya, Medan dan Bandung. Sebagai salah satu kota berkembang di Pulau Jawa.

Pengalaman aku saat berlibur di kota semarang sangat berkesan. Apalagi dengan keindahan alam dan wisata kulinernya kota ini memanjakan mata dan perutku.

Pada waktu itu aku berkunjung ke Semarang menggunakan transportasi sepeda motor. Karena jarak dari tempat tinggalku ke Semarang tidak terlalu jauh dan dapat di jangkau dengan memakai sepeda motor.

Oh iya, aku tinggal di kota Pekalongan jarak waktu yang di tempuh kurang lebih 2 jam kalau dari kota Semarang. Aku bersama 3 temanku berencana berlibur ke Semarang.

Menikmati waktu libur walau cuma 1 sampai 2 hari di Semarang. Tapi setidaknya kita bisa refresing dan mencari suasana baru.

Jumat sore aku dan 3 temanku mempersiapkan segala sesuatu untuk pergi.
Tidak lupa uang karena kalau tidak ada uang kita tidak jadi pergi hehehe

Kurang lebih 2 jam berlalu sampailah kita di kota Semarang.
Sebelum mencari penginapan kita berkunjung ke Simpang lima terlebih dahulu untuk mengisi perut setelah menemput perjalan panjang.

Di sana kalian bisa mencari makanan ringan hingga makanan berat. Bagi yang muslim di sekitar  simpang lima ada Masjid besar jadi kalau kalian belum beribadah di perjalanan kalian bisa ke Masjid yang ada di dekat simpang lima.

Kalau kalian penasaran jangan lupa berlibur ke Semarang. Hehe

Oh iya, setelah sampai di simpang lima aku langsung mencari makanan yang khas dari daerah semarang.

“Kira-kira makan apa kita malam ini?” tanya salah satu temanku.

“Denger-denger di sini ada makanan khas Semarang yang namanya tahu gimbal, yuk cobain” jawabku sambil menganggutkan kepala.

Akhirnya kami pun sepakat makan malam dengan tahu gimbal. Kita berempat bergegas mencari penjual tahu gimbal.

“kira-kira malam begini ada tidak yang jualan makanan itu” ujar satu temanku yang sudah merasa kelelahan mencari tempat makannya.

“Tau si Vina ada-ada saja, ayo kita cari yang ada saja” sautan teman yang lainnya.

“Sabar, semua akan kenyang pada waktunya kok hehe” jawabku sambil senyum menghibur mereka yang sudah putus asa karena lapar.

Akhirnya penantian kita berakhir, setelah 7 purnama kita berhasil menemukan rumah makan yang menyediakan menu tahu gimbal.

Rasanya kayak ketemu masa depan. Hehe

“Eh, stop-stop” aku berusaha menghentikan mereka yang lagi berjalan

“Kenapa lagi si Vin” Jawab temanku sambil melihat ke arahku

“Itu, yes kita berhasil menemukan ayo masuk”

“Akhirnya…” serentak mereka bertiga menjawab secara bersamaan

Sekitar 1 jam kita berkeliling, kurang lebih 2 jam kita makan di rumah makan itu.
Ibarat kata balas dendam setelah pencarian panjang.

Aku sedikit info buat kalian yang penasaran sama tahu gimbal. Tahu gimbal merupakan sebuah
makanan dengan tahu goreng dan bakwan udang sebagai bahan pokoknya.

Kenikmatan dari tahu gimbal itu sendiri adalah tahu goreng dan bakwan udang di bumbui dengan sambal kacang beserta rempah-rempah lainnya.

Banyak orang yang mungkin belum tahu nama gimbal itu dari mana. Sebetulnya nama gimbal sendiri adalah sebutan dari udang bagi warga sekitar. Itu aku dapat info dari salah satu penjual yang ada di sana.

Jadi kalian kalau berlibur ke Semarang jangan lupa mencicipi nikmatnya tahu gimbal. Harga masih bisa di jangkau bagi kalangan anak muda.

Setelah selesai makan malam aku bersama 3 teman lainnya bergegas menuju ke penginapan untuk beristirahat.

Menyambut pagi hari yang penuh dengan semangat untuk berwisata kuliner dan wisata alam di Semarang.

Selain tahu gimbal aku juga ingin mencicipi jajanan/cemilan khas dari Semarang yaitu lumpia. Tidak heran kalau dari awal aku sudah berbicara tentang lumpia.

Kali ini aku mencoba lumpia dari salah satu toko yang berada di Jalan Gang Lombok nomor 11, purwodinatan, Semarang Tengah.

Denger-denger Lumpia Gang Lombok ini disebut-sebut sebagai lumpia Semarang paling legendaris, maka jangan heran kalau nanti waktu kalian beli ngantri ya.

Setelah aku dan teman-temanku berhasil mencicipi lumpia tersebut. Kita langsung bergegas mampir ke wisata alam yang ada di Semarang.

Kalau kalian berkunjung ke Semarang jangan lupa mampir ke Umbul Sido Mukti. Salah satu wisata alam pegununangan di Semarang. Berlokasi di Desa Sidomukti Kecamatan Bandungan Kebupaten Semarang.

Setelah berkeliling di pusat kota kita tidak melewatkan keindahan pegunungan yang ada di Kabupaten Semarang.

Di Umbul Sido Mukti sendiri kalian tidak hanya di manjakan dengan keindahan alamnya. Akan tetapi kalian bisa menikmati wisata Taman Renang Alam.

Setelah kita bertiga bersenang-senang di Umbul Sido Mukti. Kita pun langsung bergegas kembali ke penginapan dan bersiap-siap untuk pulang ke Pekalongan.

Sebetulnya masih banyak wisata yang harus kita datangi. Menikmati kuliner lainnya dan wisata alam yang indah di kota Semarang.

Tapi berhubungan dengan waktu yang tidak memungkinkan, jadi kita tidak bisa berlama-lama di kota ini. Dan kita harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

Pengalaman yang aku bagikan pada artikel ini semoga dapat menjadi refrensi kalian yang ingin berkunjung ke kota Semarang.

“Mungkin tidak mudah buat kalian untuk mengeksplore tempat-tempat yang belum pernah kalian kunjungi, tapi jangan khawatir aku yakin kalian pasti akan bisa suatu saat nanti”

Comments

Popular posts from this blog

Pertemuan Jilid 2

Bukan Akhir dari Pertemuan Selang beberapa hari karno mencoba ingin menemui sang cewek yang karno sukai diarea masjid yang biasa karno sama ahmad melakukan sholat. “emmm dimana ya, astaghfirullah ya Allah hamba berjalan ke Masjid berniat untuk beribadah, semoga pertemukanlah hamba kepada orang yang hamba ingin jumpai (Aamiin). Tapi takdir berkata lain, mungkin Allah belum mempertemukan mereka kembali. Sudah seminggu karno beribadah di masjid biasa akan tetapi tidak pernah menjumpainya. “kenapa si No kok lu clingak cllinguk ”, “Itu mad gue nyari itu pengen kenalan keinget omongan lu kemarin”. “Oh.. gitu yauda syukurlah”. “tapi gue nggak pernah liat mad akhir – akhir ini kenapa ya?”, “Ya mungkin lagi ada tamu bulanan jadi nggak ke masjid”,” oh iya ya, ayo balik mad kita kan mau ke kampus”. Sepulang dari kampus karno pun berniat untuk mampir ke Perpustakaan Nasional, “Eh mad lu pulang duluan deh gue mau ke perpus bentar mau baca – baca”, “Yoi..” (Perjalanan M

One day in Yogyakarta

Siapa yang tidak tau kota Yogyakarta atau sering di sebut-sebut Jogja istimewa terkenal dengan khas makanannya yaitu gudeg. Dari kalian pasti sudah pernah berlibur ke kota Yogyakarta untuk melihat ke istimewaan serta keindahan kota tersebut. Pada artikel kali ini aku akan bercerita tentang pengalamanku satu hari di Jogja istimewa. Pasti terdengar konyol kenapa cuma satu hari di Jogja, kenapa nggak satu minggu atau satu bulan untuk menikmati liburan. Ya, aku pun sepemikiran tapi dalam satu hari itu membuat pengalaman yang tidak pernah terlupakan. Bagaimana bisa? 3 tahun yang lalu aku bersama 3 teman ku yaitu Jeje, Pipil, dan Kholil berencana berlibur ke Jogja selama 3 hari dengan mengendarai sepeda motor. Awalnya kedua orang tuaku melarang untuk bepergian ke Jogja karena kami berempat menggunakan transportasi yang tidak masuk akal yaitu sepeda motor. Sedangkan kami berempat masih berstatus siswa smk dan belum menerima surat kelulusan. Wajar saja kalau orang tua mengkhawat

Iman yang Tak Sama

Mencintai adalah landasan dalam sebuah hubungan sepasang kekasih. Tetapi iman yang tak sama membuat hati ini ragu akankah kisah kita berjalan sesuai rencana? Mungkin saling mencintai saja tidak cukup untuk membuat kita saling memiki. Pernikahan hanyalah angan-angan yang tidak akan tersampaikan. Kisah cintaku ingin berakhir bahagia bak cerita novel tapi mungkin iman yang memisahkan. Hai, aku Rachma umurku 21 tahun aku bertemu dengan seseorang yang sangat bisa mengenal diriku. Ringgo, iya dia bernama Ringgo, lelaki baik berparas tampan dan berbadan lebih tinggi dariku. Awal mula pertemuan aku dengan Ringgo pada saat kita sama-sama bekerja disalah satu perusahaan  yang ada di pusat kota.  Ringgo : “Hay, aku Ringgo” Sapaan dengan senyum hangat yang kulihat darinya yang menatap kepadaku. “Hay, Rachma” Balasku sambil melempar senyum manisku kepadanya. Pertemuan singkat yang membuatku salah tingkah dan tidur malamku terjaga. “ya Allah, pertemukan k