Pulau Seribu



Setelah sekian lama tidak melangkahkan kaki untuk berjalan jauh, akhirnya hari itu tiba. Jumat 16 Agustu 2020 aku bersama 2 temanku berlibur ke Pulau Harapan, Kepulauan Seribu Utara.

Liburan kali ini sama sekali tidak masuk dalam list liburanku sebelumnya. Dengan adanya kondisi COVID-19 aku pun menghapus semua list liburan yang sudah aku rencanakan sejak tahun lalu.

Pulau seribu adalah tempat pelampiasan terindah yang aku rasakan saat itu. Bagaimana tidak? Setelah sekian lama tidak bepergian saat libur panjang karena adanya COVID-19. Buat yang tinggal di Jakarta mungkin Pulau Seribu tepat untuk melepas rasa penat.

Nah, kali ini aku akan bercerita sedikit pengalamanku 2 hari 1 malam selama di Pulau Seribu. Memang benar liburan kali ini tidak ada dalam list liburanku. Keberangkatan ke Pulau Seribu adalah keinginanku yang muncul secara tiba-tiba dalam pikiranku.

“Mungkin hari minggu ke Pulau Seribu enak ya, apalagi ke Pulau Pari” Batinku berkata

Oh iya, pada awalnya memang aku berencana ingin ke Pulau Pari dengan ala-ala camping gitu. Tapi berhubung mungkin Pulau Pari peminatnya banyak jadi aku dan 2 temanku tidak kebagian tiket ke Pulau Pari yang akhirnya memutuskan ke Pulau Harapan.

2 Hari sebelum keberangkatan awalnya aku iseng ajak teman sekosan bernama Lina untuk ikut ke Pulau Pari. Awalnya dia menganggapku bercanda karena ajakan yang sangan mendadak tidak ada rencana yang harus dipersiapkan.

“Oi, Minggu kita ke Pari yuk?” Ajakanku sambil menepuk pundaknya

“Ah, becanda minggu kan besok doang terus belum lagi persiapa”

“Serius ini, ayok kita liburan ke Pulau Pari” Nadaku yang meyakinkan dia

“Siapa aja nanti?”

“Ya paling yang mau ikutan aja si terserah”

“Oke deh ngikut aja”

Akhirnya Lina pun mau mengikuti keinginanku berlibur ke Pulau Pari hehehe

Keesokan harinya aku coba menghubungi salah satu temanku yang tinggal jauh di sana. Coba pikir di mana dia berada hehe

“Yuk lah libur 3 hari ke Pulau Seribu” Ajakanku melalui pesan WhatsApp

“Insya Allah, atur jadwal dulu” Balasan yang aku terima dari pesan WhatsAppnya

Maklumlah sultan mah banyak jadwal ye kan hehe

Walau wisata sudah dibuka oleh pemerintah tapi tetap saja kita harus menunjukan surat bahwa kita bebas dari paparan COVID-19.

Liburan tahun ini memang sangatlah berbeda semua harus menerapkan protocol kesehatan yang sudah diterapkan oleh pemerintah. Singkat cerita hari H telah tiba aku bersama 2 temanku berangkat ke Dermaga Kali Adem, Muara Angke sejak subuh supaya kita tidak kehabisan tiket kapal. Apalagi dengan adanya libur panjang pasti semua orang berbondong-bondong menghabiskan waktu liburannya di Pulau Seribu. 

Sesampilah aku di Dermaga Kali Adem, aku bersama 2 temanku mengantri tiket ke loket pemesanan. Nah, ada dua pilihan kapal dari DisHub atau kapal Tradisional. Aku dan temanku memutuskan naik kapal Dishub setelah mengantri tiba-tiba tedengar berita menyedihkan dari samping kananku. 

“Eh, kalau nggak pake KTP Jabodetabek nggak boleh ke Pulau Seribu ya kan? Tuh mas-mas itu nggak jadi ke sana” Ucap tetangga baris sebelah

Wah, kacau si waktu aku dengar itu nggak tahu lagi mau gimana, coba bayangin temen yang satu jauh-jauh dari Jawa dateng ke Jakarta buat liburan ke Pulau eh masak iya nggak jadi?  Hancur nggak tuh harapan dia.

Akhirnya, kita bertiga mencoba nekat beli tiket kapal.

“Tujuannya ke Pulau mana kak?”

“Pulau Pari Pak untuk 3 orang” jawabku temanku yang memesan

“Untuk tiket Pari kita sisa 1 saja kak, boleh lihat KTPnya?”

Diberilah KTP temenku ke petugas.

“Maaf kak, untuk berlibur ke Pulau Pari hanya untuk KTP Jabodetabek saja” Ujar Petugas 

“Oh, Kalau kapal Tradisional bagaimana pak? Apakah bisa?” Jawabku sambil merasa kebingungan

“Bisa kak silahkan antri saja di sebelah” 

Syukurlah masih ada sedikit harapan yang terlihat, setelah aku menengok kea rah antrian kapal tradisional.

Buset…. Antriannya panjangan banget puluhan orang antri di sana sendangkan kapal berangkat jam 08.00 WIB sudah tidak ada waktu lagi.

Kalau sudah lelah ngantri eh ujungnya nggak dapet tiket sayang energi dong ya.

Akhirnya aku melihat sesuatu yang menarik perhatian.

“Eh, itu mungkin calo tiket deh coba samperin ke sana tanya itu tiket ke mana” Ujarku 

“Ok, bentar ya tak coba ke sana” Satu temanku menghampiri calo tiket

Setelah lama bernegosiasi dengan calo akhirnya temanku balik lagi ke arahku

“Iya itu calo tiket tapi dia tiket ke Pulau Harapan gimana?”

“Yasudah kalau memang hanya ada Pulau Harapan yang tersisa nggak papa, dari pada lu balik lagi tanpa apa-apa yekan” Jawabku sambil

Akhirnya aku dan 2 temanku membeli tiket ke Pulau Harapan, 4 jam perjalanan menuju Pulau Harapan. Sungguh sedikit melelahkan bagiku hehe karena bisa dikatakan sekali dua kali aku naik kapal.

Setelah penantian kurang lebih 4 jam sampai juga ke Pulau Harapan. Oh iya di perjalanan saya juga bertemu seorang traveler juga yang sama-sama bertujuan ke Pulau Harapan jadi kami saling berkenalan dan bertukar cerita pada saat diperjalan.

Setelah sampai di Pulau Harapan, rasa lelah sedikit terbayar oleh Es Nutrisari hehe tidak-tidak..

Karena kita bertiga berlibur ke Pulau Seribu tanpa Travel agen jadi penginapan, makan dan kegiatan pun kita cari sendiri. 

Sembari kita mencari mencari penginapan Es Nutrisari pun menyegarkan tenggorokan yang kering karena terik matahari. 

“Permisi Pak, mau tanya di sini home stay yang kosong di mana ya?” Tanyaku pada salah satu warga sekitar

“Oh personal ya soalnya jadi belum dapet tempat”

“Iya betul pak, kalau ada di sekitar sini boleh pak”

“Oke sebentar y amba saya coba carikan dulu” 

Beruntung aku bertemu orang baik di sana. 

“Mba ini ada kamar kosong 1 di atas”

“Oke pak, oh iya kalau mau snorkeling di mana ya pak?”

“Oh kebetulan saya juga menyediakan paket tour gitu mba, nah Mba bisa ikut tim saya aja nanti bayarnya terpisah”

“Oke baik pak, nanti berangkat jam berapa kira-kira?”

“Jam 1 siang, Mba boleh catat nomor saya saja nanti saya hubungi lewat WhatsApp, catet ya mba 081******** Pak Subeng”

“Oke pak sip”

“Nanti mba saya kabari kalau sudah pada kumpul buat Snorkeling ya”

“Oke pak makasih ya”

Setelah panjang lebar akhirnya aku dan temanku merebahkan badan sebentar untuk beristirahat. Supaya siang nanti kembali bersemangat untuk memulai liburan di Pulau Harapan.


Jam menunjukan waktu 13.00 WIB pak Subeng datang menghampiri kita di home stay.

“Halo mba Vina”

“Saya tunggu mba dan temannya di posko sana ya kita mau berangkat snorkeling”

“Siap pak ini kami sedang bersiap-siap, makasih pak saya segera ke sana ya”

Aku dan temanku pun bergegas pergi ke posko untuk berangkat snorkeling. Setelah menempuh perjalanan mungkin setengah jam dengan menggunakan kapal tradisional akhirnya sampai juga.


Saatnya untuk snorkeling, 2 jam berlalu kita semua bermain air dengan ikan-ikan yang indah.

Oke setelah selesai snorkeling tujuan selanjutnya adalah ke Pulau Bulat, tapi sayangnya kapal yang kita tumpangi bermasalah. What!!!


Kapalnya mogok ditengah pulau karena aki yang mati atau apalah itu aku kurang paham. Memakan waktu yang cukup lama di tengah pulau dan terlambat ke Pulau Bulat untuk mengejar sunset di sana.

Yasudahlah ya mungkin ini ujian hehe  setelah menghabiskan waktu senja di pulau bulat kita semua balik lagi ke pulau harapan untuk kembali beristirahat. 

Karena aku dan 2 temanku hanya 2 hari satu malam di pulau harapan jadi paginya kita haru sudah pulang ke dermaga kali adem angke lagi.

Pak Subeng sangat membantu kita bertiga pada saat di pulau harapan, beliau membantu membelikan tiket balik ke dermaga kali adem muara angke.

Oh iya buat kalian yang mau berlibur ke pulau harapan tidak memakan uang banyak kok. Kemarin aku ke pulau harapan 2 hari 1 malam cuma menghabiskan sekitar 500ribuan.


Mungkin hanya itu dulu yang bisa aku tulis selama liburan di pulau seribu. 


Comments

Post a Comment