Skip to main content

LOST FOR HEALING

 

Jika kalian membaca tulisan ini, mungkin itu tandanya aku sedang berada di suatu tempat yang jauh dari kehidupan manusia yang tidak diketahui oleh banyak orang. Namun nyaman untuk beberapa orang yang ingin menghilang sementara untuk melepas lelahnya menjalani rutinitas kehidupan.

Jujur, beberapa bulan belakangan ini aku merasa lelah yang luar biasa; kurasa puncaknya ada pada bulan lalu. Aku merasa dunia begitu berisik, entah memang begitu adanya atau hanya aku saja yang merasakannya. Kurasa orang-orang sekitarku pun tidak menyadari apa yang sedang aku alami. Sebab, canda yang mendulang tawa selalu kulakukan di depan mereka itu semua untuk menutupi duka dan lara yang sedang kurasakan; yang menyebabkan hadirnya rasa ingin menghilang.

Ada banyak hal yang merasuki isi pikiranku; dan benar-benar menganggu kehidupanku. Dan yang lebih menyebalkan adalah kebanyakan dari pikiran-pikiran itu adalah hal yang tidak perlu untuk aku pikirkan pada saat-saat seperti ini.

Hari demi hari amat berat rasanya untuk kujalani. Tidur yang harusnya tenang dan menghasilkan kesegaran tak ku rasakan lagi. Badanku begitu lelah, remuk saat bangun dipagi hari. Pikiran-pikiran ku yang tak kunjung henti di malam hari membuat malamku tak terjaga setiap hari.

Banyak sedikitnya masalah tak sedikitpun aku utarakan kepada keluarga, teman atau siapapun semuanya aku pendam dengan sendirinya. Semakin hari semakin menumpuk yang mungkin bisa menganggu rutinitas kehidupanku.

Aku hanya ingin menghilang beberapa waktu; untuk menenangkan pikiranku, menjauhkan diri dari dunia maya yang begitu semu. Menghilang dan mencari ketenangan boleh-boleh saja, tetapi soal uang tetap harus bersedia. Melarikan diri dan menghilang juga membutuhkan biaya.

Selama aku menghilang dari dunia maya mungkin aku akan menulis kembali di blog yang selama ini terbengkalai.

Jadi, ini hanya berselang beberapa waktu, tetapi akupun tidak tahu kapan tepatnya akan kembali lagi. Cerita ini ku tulis bukan berarti ucapan perpisahan; cuman sebatas rasa ingin menghilang untuk mencari ketenangan.

Yasudah, sampai di sini dulu ceritanya.

Selamat tinggal dunia maya! Sampai bertemu kembali!

Comments

Popular posts from this blog

Pertemuan Jilid 2

Bukan Akhir dari Pertemuan Selang beberapa hari karno mencoba ingin menemui sang cewek yang karno sukai diarea masjid yang biasa karno sama ahmad melakukan sholat. “emmm dimana ya, astaghfirullah ya Allah hamba berjalan ke Masjid berniat untuk beribadah, semoga pertemukanlah hamba kepada orang yang hamba ingin jumpai (Aamiin). Tapi takdir berkata lain, mungkin Allah belum mempertemukan mereka kembali. Sudah seminggu karno beribadah di masjid biasa akan tetapi tidak pernah menjumpainya. “kenapa si No kok lu clingak cllinguk ”, “Itu mad gue nyari itu pengen kenalan keinget omongan lu kemarin”. “Oh.. gitu yauda syukurlah”. “tapi gue nggak pernah liat mad akhir – akhir ini kenapa ya?”, “Ya mungkin lagi ada tamu bulanan jadi nggak ke masjid”,” oh iya ya, ayo balik mad kita kan mau ke kampus”. Sepulang dari kampus karno pun berniat untuk mampir ke Perpustakaan Nasional, “Eh mad lu pulang duluan deh gue mau ke perpus bentar mau baca – baca”, “Yoi..” (Perjalanan M

One day in Yogyakarta

Siapa yang tidak tau kota Yogyakarta atau sering di sebut-sebut Jogja istimewa terkenal dengan khas makanannya yaitu gudeg. Dari kalian pasti sudah pernah berlibur ke kota Yogyakarta untuk melihat ke istimewaan serta keindahan kota tersebut. Pada artikel kali ini aku akan bercerita tentang pengalamanku satu hari di Jogja istimewa. Pasti terdengar konyol kenapa cuma satu hari di Jogja, kenapa nggak satu minggu atau satu bulan untuk menikmati liburan. Ya, aku pun sepemikiran tapi dalam satu hari itu membuat pengalaman yang tidak pernah terlupakan. Bagaimana bisa? 3 tahun yang lalu aku bersama 3 teman ku yaitu Jeje, Pipil, dan Kholil berencana berlibur ke Jogja selama 3 hari dengan mengendarai sepeda motor. Awalnya kedua orang tuaku melarang untuk bepergian ke Jogja karena kami berempat menggunakan transportasi yang tidak masuk akal yaitu sepeda motor. Sedangkan kami berempat masih berstatus siswa smk dan belum menerima surat kelulusan. Wajar saja kalau orang tua mengkhawat

Iman yang Tak Sama

Mencintai adalah landasan dalam sebuah hubungan sepasang kekasih. Tetapi iman yang tak sama membuat hati ini ragu akankah kisah kita berjalan sesuai rencana? Mungkin saling mencintai saja tidak cukup untuk membuat kita saling memiki. Pernikahan hanyalah angan-angan yang tidak akan tersampaikan. Kisah cintaku ingin berakhir bahagia bak cerita novel tapi mungkin iman yang memisahkan. Hai, aku Rachma umurku 21 tahun aku bertemu dengan seseorang yang sangat bisa mengenal diriku. Ringgo, iya dia bernama Ringgo, lelaki baik berparas tampan dan berbadan lebih tinggi dariku. Awal mula pertemuan aku dengan Ringgo pada saat kita sama-sama bekerja disalah satu perusahaan  yang ada di pusat kota.  Ringgo : “Hay, aku Ringgo” Sapaan dengan senyum hangat yang kulihat darinya yang menatap kepadaku. “Hay, Rachma” Balasku sambil melempar senyum manisku kepadanya. Pertemuan singkat yang membuatku salah tingkah dan tidur malamku terjaga. “ya Allah, pertemukan k